Luwak 'The doodling Brand book'
Suatu malam di sebuah kedai
kopi ditengah gemerlap kota, seorang pelanggan pria setengah baya
bersetelan rapi memesan secangkir kecil kopi termahal, 25 dollar, harga
yg tinggi untuk secangkir kopi.
Menunggu...
Ia memutar pandangan ke
sekeliling cafe, berbaur dengan uap dan aroma pekat kopi, para barista
sibuk melayani beberapa pelanggan lain yang juga memesan kopi yang sama. hmm rupanya semua orang ingin mencicipi kopi yg beberapa saat kemudian hadir di hadapannya. Semerbak menyeruak...
Sejenak ia menghirup aroma pekat nikmat dari cangkir porselen ditangannya, pikirannya menerawang.
Jauh di seberang lautan, disebuah ladang kopi di kegelapan malam, seekor
binatang mirip kucing berbulu lebat, berbadan dan berekor panjang
dengan cermat memetik buah2 kopi yg matang, memakannya terus memetik dan
memakannya hingga kopi2 paling matang yg ada di pohon yg ia naiki
habis..tertidur.
Sementara malam-malam di cafe itu berulang
cerita yg sama bertahun-tahun. Ribuan dollar mengalir dari saku para
pelanggan ke pemilik kafe, ke pengolah biji, ke pemasok ke ekspotir dan
para pemilik perkebunan kopi.
Hewan bernama luwak itu setiap
malam mengendap, menyambangi kebun kopi dalam sunyi, memanjat pohon kopi
yang buah matangnya paling melimpah. Ia yg secara naluriah adalah
pemilih buah kopi terbaik', kenyang, Tertidur dan membuang kotorannya
setiap menjelang fajar.
Kotorannya adalah sampah yg menjadi 'emas' yg diburu dunia.
Cerita
berawal dari pertemuan tak sengaja pria bernama Marty pengunjung cafe
de 'coffee fetish' di kebun dimana si luwak sedang asik tidur siang.
'Hmm,.so
it is where the great taste coffee came from' gumamnya sambil menghirup
segarnya udara kebun kopi, sementara si luwak membuka, memicingkan mata
, mundur dan menatap waspada pada sosok asing (pada dasarnya ia
menghindar dari manusia, jadi siapapun adalah orang asing baginya)
Tapi karena sosok asing itu tak tampak berbahaya baginya, ia lebih santai sekarang.
'Here' comes the great brand's owner' matanya tertuju pada sang luwak.
Luwak tak peduli dgn ucapan marty karena memang tak mengerti.
Marty
pun menerawang sejenak setelah memerhatikan hewan abu-abu kecoklatan
bertutul dan berloreng di beberapa bagian bulunya..ia ternsenyum karena
tahu persis pemilik nama besar berbulu itu tak tahu kalau dirinya
pemilik kotoran fenomenal dengan nama besar bagi industri kopi. Ia
teringat bagaimana coca cola dengan reputasinya tak pernah dirasakan
raupan trilyunan dollar oleh peramu dan pemilik awalnya. Ia pun ingat
bagaimana coco chanel yang tak mencicipi hasil kemashyuran parfum chanel
no.5 nya..seperti si luwak dihadapannya.
Luwak mulai santai, ambil posisi waspada agak jauh dari Marty.
'Apakah Anda yang punya pohon-pohon kopi ini?' luwak bertanya sambil sedikit menjauh cemas.
'Bukan,
aku Marty, orang mengenalku sebagai penulis buku ttg brand, 'the Brand Gap' buku yg membantu banyak orang terutama dosen untuk menjelaskan
tentang brand pada para mahasiswanya.
Lalu sang luwakpun mendekat sedikit demi sedikit, bertanya ' memangnya apa itu b..brand?
Marty Neumeier berkata pada sang luwak 'brand is a gut feeling''a short cut
when people have too much information but have too little time'
'Aku ga ngerti'
Brand
itu perasaan, emosi seseorang terhadap kamu, intuisi yg jadi jalan
pintas ketika orang terlalu banyak disuguhi informasi tapi waktu yg
dimiliki sangat sedikit, maka ketika kamu berbeda dengan yg lain maka
kamu akan mudah dikenali. Kalau perbedaanmu itu bermanfaat bagi mereka
maka kamu akan selalu diingat. Itulah yg terjadi, mereka mengenalmu
dengan baik dan membicarakanmu, membicarakan kotoran yg kamu hasilkan,
kotoran yg mengandung kopi ternikmat dan tinggi nilainya'
Luwak : "bagaimana 'e e' sy mahal?"
Marty :"people has brand recognition about your litter as high quality coffee"
Ha ha luwak tertawa " berarti gara2 apa yg saya lakukan dan saya makan dong?
Marty : 'rite buddy' "
"brand is about reputation about what you do, how good you do and how do you make a differentiation"
Hmm,
luwak berpikir keras dan bertanya lagi 'tapi saya ga sengaja loh bikin
ee saya jadi kopi enak, rutin sih saya lakukan setiap pagi'
Marty
menjawab kali ini sudah memakai subtitle
" Justru karena kamu rutin lakukan
itu dgn baik, maka orang jadi ingat apa yang kamu hasilkan, karena kamu
disiplin.
Marty bilang lagi 'bisa jadi kamu tidak menyadarinya,
yang kamu tahu adalah bagaimana bisa makan kopi terbaik, mengeluarkannya
dan melakukannya tanpa dibuat-buat, tapi orang menyadarinya sebab brand
bukan dibuat olehmu atau dibuat di pabrik tapi dibuat di pikiran
mereka'
Luwak mulai mengerti 'lalu apa yg terjadi kalau aku ga makan kopi lagi ?'
Marty
tertawa : 'ee mu pasti bukan kopi, orang akan meninggalkanmu dan 'kamu'
hilang dari ingatan mereka. Ketika kamu berpikir untuk makan kopi lagi
dan ee kopi lagi, kopi yg sama yg akan dihasilkan, tapi akan sulit bagi
kamu untuk memperoleh kepercayaan mereka.
Luwak: 'hmm gitu ya? Jadi aku harus makan dan ee kopi terus? Jadi ee ku lebih berharga dari diriku sendiri?
Marty: '
tidak begitu juga, kamu sebagai produsen dan ee kopimu sebagai produk
adalah satu' ee kopi akan berbeda jika bukan darimu'
Luwak: 'kalau aku ganti nama jadi luwik, luwuk, luwok, gimana? Luwak mulai pinter nih soal brand
Marty:
"ee eh kopimu bisa jadi tetep enak, tapi orang akan butuh waktu lama untuk
mengetahui kalau nama baru itu sama baiknya dengan nama terdahulu
Luwak: " ohoho..jadi aku segitu bekennya ya"
Marty: "begitulah, namamu adalah identitas, brand equity, kekayaan yang melebihi apapun di dunia ini"
'Ngomong2 apakah teman-temanmu tahu kalau mereka meminum kopi yg berasal dari hewan tak dikenal sepertiku?
'Tentu
saja mereka tahu dan mereka malah kagum sekali, mereka merasa meminum
sesuatu yg mengandung mitos kopi ternikmat dari ee seekor hewan malam
misterius yang tak mau bertemu manusia'
'Manusia benar2 aneh ya'
aku dan ee ku jadi bahan pembicaraan tanpa aku sadar' terus gimana kalo
monyet meminta agar bisa pake namaku?"
Marty "kamu boleh berikan bahkan menjual kopimu, jual ee mu jual pohon kopimu, tapi mereka harus membayar sangat mahal untuk nama 'luwak' mu.
Luwak memikirkan tentang siapa akhirnya ia sadar ketika marty berkata ' brand is not what u say it is but what they say it is'
Apakah mereka akan punya perasaan yg sama terhadap diriku hingga waktu yg lama?
'Tentu kalau kamu dapat dipercaya bahwa kamu hanya yang terbaik dan tak ada yg bisa menggantikanmu'
'Apa untungnya bagiku?'
Tidak
akan rugi bila kamu dipercaya, apapun yg kamu lakukan hasilnya selalu
membuat mereka makin cinta dan peduli sama kamu. Dengan kepercayaan,
kamu leluasa melakukan hal baik lainnya.
Seperti?
Well seperti
baiknya kopi yg kamu hasilkan, maka akan terpikir baik juga kalau suatu
saat ada yg membuat kopi luwak susu, kopi luwak capucino, atau permen
kopi luwak. Apapun inovasi yang terjadi, itu akan selalu dinanti.
Jadi harus selalu bikin hal-hal baru begitu?
Ya kurang lebih begitu, sesuatu yang statis cenderung dilupakan jadi biar sedikit, kebaruan harus selalu ada.
'He he..aku saja tak tahu kalau kopi dari ee ku begitu diburu dan aku tak tahu bagaimana membuat hal-hal baru'
'Kalau
begitu, jadilah dirimu dengan disiplinmu, fokus saja pada pekerjaannmu.
Memilih dan memakan kopi terbaik dan biarkan yang lain yg mengurus sisanya'
Luwak lega tak harus melakukan apapun yang tak ia mengerti bahkan tak peduli, 'Umm, Anda kenal dengan pemilik kebun ini?
Marty : He he, tidak, kenapa? Tenang saja ia beroleh banyak keuntungan kok dengan apa yang kamu lakukan di kebunnya.
Luwak : "Oh..syukurlah. Lalu bagaimana kalau monyet juga makan dan ee kopi?"
'Ha ha sudahlah. Saatnya aku pergi' Marti membuka matanya, iapun beranjak dan keluar menuju pintu kafe yg sudah mulai sepi.
Zoom out.....................................Secangkir kecil kosong di meja kafe.