Rabu, 06 November 2013

Jauh sebelum Luwak ditangkap dan dipaksa untuk makan kopi di kandang, ia adalah brand.

Luwak 'The doodling Brand book'


Suatu malam di sebuah kedai kopi ditengah gemerlap kota, seorang pelanggan pria setengah baya bersetelan rapi memesan secangkir kecil kopi termahal, 25 dollar, harga yg tinggi untuk secangkir kopi.


Menunggu...
Ia memutar pandangan ke sekeliling cafe, berbaur dengan uap dan  aroma pekat kopi, para barista sibuk melayani beberapa pelanggan lain yang juga memesan kopi yang sama.  hmm rupanya semua orang ingin mencicipi kopi yg beberapa saat kemudian hadir di hadapannya. Semerbak menyeruak...





Sejenak ia menghirup aroma pekat nikmat dari cangkir porselen ditangannya, pikirannya menerawang. 

Jauh di seberang lautan, disebuah ladang kopi di kegelapan malam, seekor binatang mirip kucing berbulu lebat, berbadan dan berekor panjang  dengan cermat memetik buah2 kopi yg matang, memakannya terus memetik dan memakannya hingga kopi2 paling matang yg ada di pohon yg ia naiki habis..tertidur.

Sementara malam-malam di cafe itu berulang cerita yg sama bertahun-tahun. Ribuan dollar mengalir dari saku para pelanggan ke pemilik kafe, ke pengolah biji, ke pemasok ke ekspotir dan para pemilik perkebunan kopi.

Hewan bernama luwak itu setiap malam mengendap, menyambangi kebun kopi dalam sunyi, memanjat pohon kopi yang buah matangnya paling melimpah. Ia yg secara naluriah adalah pemilih buah kopi terbaik', kenyang, Tertidur dan membuang kotorannya setiap menjelang fajar.

Kotorannya adalah sampah yg menjadi 'emas' yg diburu dunia.

Cerita berawal dari pertemuan tak sengaja pria bernama Marty pengunjung cafe de 'coffee fetish' di kebun dimana si luwak sedang asik tidur siang.

'Hmm,.so it is where the great taste coffee came from' gumamnya sambil menghirup segarnya udara kebun kopi, sementara si luwak membuka, memicingkan mata , mundur dan menatap waspada pada sosok asing (pada dasarnya ia menghindar dari manusia, jadi siapapun adalah orang asing baginya)

Tapi karena sosok asing itu tak tampak berbahaya baginya, ia lebih santai sekarang.

'Here' comes the great brand's owner'
matanya tertuju pada sang luwak.
Luwak tak peduli dgn ucapan marty karena memang tak mengerti.

 Marty pun menerawang sejenak setelah memerhatikan hewan abu-abu kecoklatan bertutul dan berloreng di beberapa bagian bulunya..ia ternsenyum karena tahu persis pemilik nama besar berbulu itu tak tahu kalau dirinya pemilik kotoran fenomenal dengan nama besar bagi industri kopi. Ia teringat bagaimana coca cola dengan reputasinya tak pernah dirasakan raupan trilyunan dollar oleh peramu dan pemilik awalnya. Ia pun ingat bagaimana coco chanel yang tak mencicipi hasil kemashyuran parfum chanel no.5 nya..seperti si luwak dihadapannya.
Luwak mulai santai, ambil posisi waspada agak jauh dari Marty.


'Apakah Anda yang punya pohon-pohon kopi ini?' luwak bertanya sambil sedikit menjauh cemas.

'Bukan, aku Marty, orang mengenalku sebagai penulis buku ttg brand,  'the Brand Gap' buku yg membantu banyak orang terutama dosen untuk menjelaskan tentang brand pada para mahasiswanya.








Lalu sang luwakpun mendekat sedikit demi sedikit, bertanya  ' memangnya apa itu b..brand?

Marty Neumeier berkata pada sang luwak 'brand is a gut feeling''a short cut when people have too much information but have too little time' 



'Aku ga ngerti'

Brand itu perasaan, emosi seseorang terhadap kamu, intuisi yg jadi jalan pintas ketika orang terlalu banyak disuguhi informasi tapi waktu yg dimiliki sangat sedikit, maka ketika kamu berbeda dengan yg lain maka kamu akan mudah dikenali. Kalau perbedaanmu itu bermanfaat bagi mereka maka kamu akan selalu diingat. Itulah yg terjadi, mereka mengenalmu dengan baik dan membicarakanmu, membicarakan kotoran yg kamu hasilkan, kotoran yg mengandung kopi ternikmat dan tinggi nilainya'

Luwak : "bagaimana 'e e' sy mahal?"  

Marty  :"people has brand recognition about your litter as high quality coffee"

Ha ha luwak tertawa " berarti gara2 apa yg saya lakukan dan saya makan dong? 


Marty : 'rite buddy'

"brand is about reputation about what you do, how good you do and how do you make a differentiation"
Hmm, luwak berpikir keras dan bertanya lagi  'tapi saya ga sengaja loh bikin ee saya jadi kopi enak, rutin sih saya lakukan setiap pagi'

Marty menjawab kali ini sudah memakai subtitle 

" Justru karena kamu rutin lakukan itu dgn baik, maka orang jadi ingat apa yang kamu hasilkan, karena kamu disiplin.

Marty bilang lagi 'bisa jadi kamu tidak menyadarinya, yang kamu tahu adalah bagaimana bisa makan kopi terbaik, mengeluarkannya dan melakukannya tanpa dibuat-buat, tapi orang menyadarinya sebab brand bukan dibuat olehmu atau  dibuat di pabrik tapi dibuat di pikiran mereka'

Luwak mulai mengerti 'lalu apa yg terjadi kalau aku ga makan kopi lagi ?'

Marty tertawa : 'ee mu pasti bukan kopi, orang akan meninggalkanmu dan 'kamu' hilang dari ingatan mereka. Ketika kamu berpikir untuk makan kopi lagi dan ee kopi lagi, kopi yg sama yg akan dihasilkan, tapi akan sulit bagi kamu untuk memperoleh kepercayaan mereka.
Luwak: 'hmm gitu ya? Jadi aku harus makan dan ee kopi terus? Jadi ee ku lebih berharga dari diriku sendiri?

Marty: ' tidak begitu juga, kamu sebagai produsen dan ee kopimu sebagai produk adalah satu' ee kopi akan berbeda jika bukan darimu'

Luwak: 'kalau aku ganti nama jadi luwik, luwuk, luwok, gimana? Luwak mulai pinter nih soal brand

Marty: "ee eh kopimu bisa jadi tetep enak, tapi orang akan butuh waktu lama untuk mengetahui kalau nama baru itu sama baiknya dengan nama terdahulu

Luwak: " ohoho..jadi aku segitu bekennya ya"

Marty:  "begitulah, namamu adalah identitas, brand equity, kekayaan yang melebihi apapun di dunia ini"

'Ngomong2 apakah teman-temanmu tahu kalau mereka meminum kopi yg berasal dari hewan tak dikenal sepertiku?

'Tentu saja mereka tahu dan mereka malah kagum sekali, mereka merasa meminum sesuatu yg mengandung mitos kopi ternikmat dari ee seekor hewan malam misterius yang tak mau bertemu manusia'

'Manusia benar2 aneh ya' aku dan ee ku jadi bahan pembicaraan tanpa aku sadar' terus gimana kalo monyet meminta agar bisa pake namaku?"

Marty "kamu boleh berikan bahkan menjual kopimu, jual ee mu jual pohon kopimu, tapi mereka harus membayar sangat mahal untuk nama 'luwak' mu.

Luwak memikirkan tentang siapa akhirnya ia sadar ketika  marty berkata ' brand is not what u say it is but what they say it is'

Apakah mereka akan punya perasaan yg sama terhadap diriku hingga waktu yg lama?
'Tentu kalau kamu dapat dipercaya bahwa kamu hanya yang terbaik dan tak ada yg bisa menggantikanmu'

'Apa untungnya bagiku?'
Tidak akan rugi bila kamu dipercaya, apapun yg kamu lakukan hasilnya selalu membuat mereka makin cinta dan peduli sama kamu. Dengan kepercayaan, kamu leluasa melakukan hal baik lainnya.

Seperti?
Well seperti baiknya kopi yg kamu hasilkan, maka akan terpikir baik juga kalau suatu saat ada yg membuat kopi luwak susu, kopi luwak capucino, atau permen kopi luwak. Apapun inovasi yang terjadi, itu akan selalu dinanti.

Jadi harus selalu bikin hal-hal baru begitu?
Ya kurang lebih begitu, sesuatu yang statis cenderung dilupakan jadi biar sedikit, kebaruan harus selalu ada.

'He he..aku saja tak tahu kalau kopi dari ee ku begitu diburu dan aku tak tahu bagaimana membuat hal-hal baru'

'Kalau begitu, jadilah dirimu dengan disiplinmu, fokus saja pada pekerjaannmu. Memilih dan memakan kopi terbaik dan biarkan yang lain yg mengurus sisanya'

Luwak lega tak harus melakukan apapun yang tak ia mengerti bahkan tak peduli, 'Umm, Anda kenal dengan pemilik kebun ini?

Marty : He he, tidak, kenapa? Tenang saja ia beroleh banyak keuntungan kok dengan apa yang kamu lakukan di kebunnya.

Luwak : "Oh..syukurlah. Lalu bagaimana kalau monyet juga makan dan ee kopi?"

'Ha ha sudahlah. Saatnya aku pergi'  Marti membuka matanya, iapun beranjak dan keluar menuju pintu kafe yg sudah mulai sepi.

Zoom out.....................................Secangkir kecil kosong di meja kafe.

3 komentar:

hendro prayitno mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
hendro prayitno mengatakan...

pertemuan ganjil untuk sebuah percakapan yang menjanjikan!

Unknown mengatakan...

Kopi adalah minuman terbaik yang cocok sempurna dalam hal tamu mendapatkan-to-sama.

Regards,
Finn Felton
Kopi Luwak