Minggu, 11 Januari 2009

Memfasilitasi kehidupan dengan desain grafis Informasi

Keseharian manusia tidak pernah terlepas dari desain grafis, dari bangun pagi hingga malam hari , dari urusan bungkus permen, surat kabar, majalah, peta, rambu hingga Corporate identity yang bernilai ratusan juta bahkan milyaran rupiah, Namun menjadi sesuatu yang ironi ketika desain grafis masih dianggap sebagai sebuah praktek mendekorasi, indah-indahan dan didefinisikan semata sebagai penataan teks dan gambar (the new shorter Oxford dictionary, Barnard, 2005) seperti yang banyak dipraktekkan saat ini oleh mereka yang kebetulan bisa menggambar dan menguasai graphic software.



Ketika desain grafis dihubungkan dengan iklan, maka tuduhan berikutnya adalah desain grafis bertanggung jawab dengan meningkatnya konsumerisme masyarakat. Hanya sebagian kecil masyarakat yang menyadari bahwa desain grafis pun berperan dalam membuat hidup lebih nyaman dan lebih berkualitas melalui penataan dan penyederhanaan informasi yang tadinya rumit sehingga mudah dipahami.

Tampaknya kita perlu mengkaji lagi untuk menempatkan desain grafis pada makna dan hakikat yang sesungguhnya melalui informasi yang edukatif, sesuai dengan salah satu fungsi desain grafis sebagai kegiatan memberi informasi (to inform) maka marilah melihat apa sebenarnya desain grafis dan berkenalan dengan desain grafis informasi, barangkali ada yang berminat untuk mendalaminya.



Perkembangan definisi desain grafis

Fungsi dasar desain grafis adalah to inform, to identify dan to presentation. (Hollies, 1994). Desain grafis yang beribu seni dan berayah bahasa didefinisikan oleh banyak pakar dan pelaku desain komunikasi visual sesuai dengan perkembangan yang terjadi pada suatu masa. Ketika masyarakat masih belum diserbu informasi seperti hari ini, desain grafis masih dimaknai sebagai penataan/pembuatan pesan pesan visual, kegiatan membuat dan memilih, menata tanda-tanda diatas sebuah permukaan untuk menyampaikan gagasan/idea. Berbeda dengan seniman, seorang desainer grafis bekerja berdasarkan pesanan dan perancang grafis harus merencanakan bagaimana pesannya direproduksi secara mekanis untuk tujuan komunikasi massa.


Disaat teknologi multimedia dan informasi networking menggejala maka definisi desain grafis dikaitkan dengan teknologi, pengetahuan, kemasyarakatan. Tugas perancangpun semakin sulit karena harus menghasilkan gagasan kreatif dengan perupaan pesan yang kuat, komunikatif, menarik dan memorable.


Terjadinya gejala homogenisasi, visual culture menipisnya akar-akar budaya lokal menggiring pada definisi desain grafis yang dikaitkan dengan kebudayaan; desain grafis adalah bentuk dari budaya rupa, bentuk dari kebudayaan.( Jobling& Crowley, 1996), desain grafis adalah bagian dari kebudayaan, turut membentuk kebudayaan dan berasal dari kebudayaan ( Phillip.B.Meggs). definisi ini tentunya menyiratkan bahwa seorang desainer harus memahami budaya, kebiasaan, pola pikir dan pola laku masyarakat yang akan dituju dengan pesan-pesannya. Maka tugas yang berat sekaligus mulia ketika seorang desainer grafis disebut juga sebagai agen kebudayaan yang mampu menjembatani masyarakat dengan sebuah gagasan, membentuk pola pikir dan mengarahkan sebuah tindakan serta mengambil keputusan. Dalam arti positif, desainer grafis menjadi agen informasi yang mengubah sebuah keadaan masyarakat dari tidak tahu menjadi tahu, dari yang tadinya tidak mengerti menjadi paham.



Desain Grafis Informasi, peluang dan tanggung jawab

Saat ini desain informasi menjadi kata-kata yang sering kita dengar, namun banyak perbedaan pandangan dan penamaan untuk perancangan informasi ini. Dalam bidang surat kabar dan majalah, desain informasi disebut sebagai grafis informasi, dalam bidang bisnis disebut grafik presentasi dan iptek disebut scientific visualization. Dalam bidang komputer kerap disebut interface design, dan dibidang arsitektur yang beririsan dengan desain grafis, desain informasi berarti signage dan wayfinding (Jacobson, 1999)

Masih sedikit lulusan desain grafis yang menggeluti desain grafis informasi sebagai spesialisasinya, iklan dan multimedia masih menyedot perhatian lebih banyak. Padahal kalau mau mencoba, penerbitan, lembaga pemerintahan, bidang industri, lalu lintas dan tempat-tempat wisata umum adalah lingkungan yang perlu penataan dan perencanaan desain informasi yang lebih berpihak pada kepentingan pengguna.


Desain grafis telah mengubah cara penyampaian informasi yang tadinya hanya dihadirkan untuk kepentingan presisi dan kejelasan saja menjadi menghadirkan informasi dengan kualitas gaya visual yang beragam dan terbukti dapat mengkomunikasikan informasi secara benar dan menyenangkan mata. Majalah dan surat kabar telah membuktikan dengan menyajikan dan mempopulerkan desain informasi, melalui infografik, Infografik adalah istilah untuk serangkaian gambar, simbol , ikon dan teks pendek yang bertujuan mengkomunikasikan suatu peristiwa yang terjadi ,biasanya terdiri atas pelaku, tempat, rangkaian waktu berbeda berikut hal-hal yang terjadi secara kronologis. Melalui infografik, pembaca bisa menyimak secara terperinci, proses dan situasi sebuah kejadian dan data-data yang ditampilkan dengan memanfaatkan persepsi visual, Nigel Holmes seorang art director di majalah TIME adalah guru dan pelopor bidang perancangan informasi, hasil kerjanya berdampak pada bagaimana orang membaca dan menggunakan informasi.

Kejenuhan terhadap informasi saat ini telah membentuk masyarakat menjadi pemilih terhadap apa yang ingin dilihat, didengar dan dibaca. Ketika pesan-pesan visual menjadi serangan sehari-hari, pesan menjadi sangat sulit diingat. Namun diantara kejenuhan tersebut, masyarakat masih memerlukan desain grafis dan penataan informasi yang membantu memudahkan dan memfasilitasi kegiatan sehari-hari seperti buku-buku yang nyaman dibaca, situs yang navigasinya user friendly, manual instruction book yang mudah dimengerti, packaging yang informatif, rambu-rambu dan petunjuk arah dan peta lokasi . Khusus tentang signage, masyarakat yang selalu bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya adalah peluang bagi terciptanya bahasa universal berupa simbol-simbol, piktogram (gambar berupa penyederhanaan bentuk dan aktivitas suatu objek). Dalam urusan ini, desainer grafis memiliki tanggung jawab membangun pemahaman dan memberi kemudahan melalui penciptaan bahasa-bahasa visual yang komunikatif bagi keperluan masyarakat pengguna informasi di suatu lingkungan.