November 12, 2010
Perubahan ini perlu disikapi agar lebih terbuka mata ini terhadap apa yang terjadi sekitar kita, agar semakin sadar dimana posisi desainer visual yang sebenarnya, di era masyarakat lebih percaya word of mouth dibanding iklan-iklan tv, radio dan majalah. lalu apa yang harus dilakukan agar kelak sebagai komunikator kita berhasil melakukan tugas menyampaikan pesan, mempersuasi dan menanam brand? ini adalah catatan dari apa yang saya simak dari uraian Berger linke dan iim Fahima Jachya. jadi beberapa mungkin tertinggal
here some facts :
menurut Iim Fahima Jachya: pada tahun 2010, ada 30 juta pengguna internet di indonesia, dan akan tumbuh menjadi 250 juta dalam bentuk internet mobile.
10 juta pengguna 3G dan 1 juta pengguna blackberry yang merupakan bagain dari 28 juta pengguna blackbery di dunia. ( sekarang bbm milik pengguna android juga)
Indonesia diprediksi akan menjadi mobile market terbesar ke 3, pengguna twitter di indonesia terbesar ketiga di dunia dan pertama di Asia.
Sebagai tambahan, data dari Ac Nielsen, ada 346.000.000 pembaca blog ( http://buzzmedia.com.my/article/social-media-impact-on-business-and-marketing) ditambah 300.000.000 pengguna facebook seluruh dunia serta pengguna twitter yang naik sebanyak 1.382%, dan 20 jam video diupload lewat youtube setiap menit, 13.000.000 artikel diupload wikipedia. data diatas hanya sampai tahun 2009 saja , bayangkan berapa lagi kenaikan dari semua itu saat ini? ( tahun 2013 ini, 1 milyar 19 ribu lebih pengguna akun facebook, 800 ribu lebih dalam bentuk mobile internet)
Penggunaan sosial media telah mengubah cara penyampaian pesan, twitter telah mengubah cara berpikir dalam berkomunikasi dan berbisnis. Conventional media seperti iklan tv dianggap sebagai slow and less efectiveness, namun tetap penting sebagai mata rantai sampainya sebuah pesan.
Tingginya pengguna mobile phone di Indonesia telah terbukti dengan sebanyak 80% lagu terjual dalam bentuk ringtone, begitu pula dengan munculnya berbagai games mobile yang dapat diakses dengan mudah. tapi dari besarnya jumlah pengguna internet mobile di Indonesia.
Dari meningkatnya penggunaan sosial media yang berbasis bahasa dan kepercayaan konsumen terhadap testimoni seseorang, karena referensi dari sosok terpercaya, pernyataan publik figure, seketika orang-orang dengan ikhlas mau bergerak, melakukan sesuatu, mengalami serta kemudian membaginya hanya karena sebuah penyataan verbal, Barangkali Pertanyaan-peranyaan ini yang bakal muncul:
dimana posisi desainer komunikasi visual?
lalu apa yang terjadi dengan iklan tv atau majalah ?
jadi hilang batas dong antara bidang komunikasi dan dkv serta marketing?
desain grafis kayaknya mati nih!
kesempatan apa saja yang bisa digali dari profesi dkv?
apa yang harus saya persiapkan untuk menghadapi perubahan ini?
Kalau kata-kata saat ini menjadi penting? lalu skill saya dibidang visual, art and design mau diapakan?
2012,
Sekarang sih ga usah bingung menjawab pertanyaan diatas, ada buku yang bisa menjawabnya Brand Gardener karya Handoko Hendroyono, http://brandgardener.net/ silahkan cari bukunya dan baca sampai kepala berasap hangat terinspirasi sampai gatal otak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar